mp3

Jumat, 26 April 2019

Data Struktur dan Algoritma

  Data Struktur dan Algoritma

 Assalamualaikum gaes pa kabar? Sehat? Semoga sehat terus yah.
Disini saya akan menjelaskan tentang data Struktur dan Algoritma...

 A. Penjelasan...
 Struktur data adalah cara menyimpan atau merepresentasikan data didalam kompute agar bisa dipakai secaa efisien.Sedangkan data adalah representasikan dai fakta  dunia nyata.Fakta atau keterangan tentang kenyataan yang disimpan ,direkam atau direpresentasikan dalam bentuk tulisan ,suara,gambar,sinyal atau simbol dalam istilah ilmu komputer, sebuah Struktur adalah cara penyimpanan, penyusunan dan pengaturan data di dalam media penyimpanan komputer sehingga data tersebut dapat digunakan secara efisien Dalam teknik pemrograman,struktur data berarti tata letak data yang berisi kolom-kolom data, baik itu kolom yang tampak oleh pengguna (user) atau pun kolom yang hanya digunakan untuk keperluan pemrograman yang tidak tampak oleh pengguna. Setiap baris dari kumpulan kolom-kolom tersebut dinamakan catatan (record). Lebar kolom untuk data dapat berubah dan bervariasi. Ada kolom yang lebarnya berubah secara dinamis sesuai masukan dari pengguna, dan juga ada kolom yang lebarnya tetap. Dengan sifatnya ini, sebuah struktur data dapat diterapkan untuk pengolahan database (misalnya untuk keperluan data keuangan) atau untuk pengolah kata (word processor) yang kolomnya berubah secara dinamis. Contohstruktur data dapat dilihat pada berkas-berkas lembar-sebar (spreadsheet), pangkal-data (database), pengolahan kata, citra yang dipampat (dikompres), juga pemampatan berkas dengan teknik tertentu yang memanfaatkan struktur data.Secara garis besar type data dapat dikategorikan menjadi: 

1. Type data sederhana.
   A.Type data sederhana tunggal, misalnya Integer, real, booleandan karakter.
   B.Type data sederhana majemuk, misalnya String
2.  Struktur Data, meliputi:
  A. Struktur data sederhana, misalnya array dan record 
  B. Struktur data majemuk, yang terdiri dari:

Linier: Stack, Queue, sertaList dan Multilist Non Linier: Pohon Biner dan Graph pemakaian struktur data yang tepat didalam proses pemrograman akan menghasilkan algoritma yang lebih jelas dan tepat, sehingga menjadikan program secara keseluruhan lebih efisien dan sederhana. 
Struktur data yang standar yang biasanya digunakan dibidang informatika adalah:


* List linier (Linked List) dan variasinya


* Multilist


* Stack (Tumpukan)


* Queue (Antrian)


* Tree ( Pohon)


* Graph ( Graf )

 B. REVIEW RECORD (REKAMAN)

  Disusun oleh satu atau lebih field. Tiap field menyimpan data dari tipe dasar tertentu atau dari tipe bentukan lain yang sudah didefinisikan sebelumnya. Nama rekaman ditentukan oleh pemrogram.Rekaman disebut juga tipe terstruktur.

Contoh Tipe Data : 

1. Tipe data Char dan String
Ini merupakan tipe data dasar, tipe data ini didefinisikan pada deklarsi var dibagian algoritma/program.
Example : Var Nama : String
Nilai : Char

Keterangan : 
Nama merupakan sebuah variabel didefinisikan sebagai variabel bertipe string, maksudnya pada variabel tersebut digunakan untuk menerima masukan sebuah nama yang terdiri dari sekumpulan huruf, dapat berupa huruf besar, kecil, atau campuran kedua-duanya.
Nilai, didefinisikan sebagai variabel yang bertipe data char, maksudnya variabel tersebut hanya dapat digunakan untuk memasukkan sebuah huruf dari huruf besar, seperti A, B, C,.. atau huruf kecil, a, b, c, …. 

2. Tipe data Boolean
Tipe data ini digunakan untuk pengambilan keputusan dalam operasi logika. Terdiri dari true disimbolkan ‘T’ dan False yang disimbolkan ‘F’. Ketika kita ingin mendapatklan hasil yang valid/pasti, kita menggunakan tipe data boolean untuk memperoleh keputusan dalam suatu penyelesaian yang pasti.

3. Tipe Data Integer
Merupakan tipe data bilangan bulat. 

Tipe Data
No
Tipe Data
Ukuran
Range (Jangkauan)
Format
Keterangan
1
char
1 byte
128 s/d 127
%c
Karakter/string
2
int
2 byte
32768 s/d 32767
%i , %d
Integer/bilangan bulat
3
float
4 byte
3.4E-38 s/d 3.4E+38
%f
Float/pecahan
4
double
8 byte
1.7E-308 s/d 1.7+308
%lf
Pecahan presisi ganda
5
void
0 byte
Tidak bertipe 

  4. Tipe Data Real 
Merupakan tipe data bilangan pecahan seperti real, single, double, comp, extend.  
 5. Tipe Data Subrange 
Merupakan tipe data bilangan yang punya jangkauan nilai tertentu sesuai dengan definisi pada pemrogram. 
Example: 
Type Variabel = Nilai_awal...Nilai_akhir
6. Tipe data Enumerasi 
Merupakan tipe data yang memiliki elemen-elemen tertentu yang disebut satu/satu dari bernilai konstanta integer sesuai dengan urutannya. Pada tipe data ini elemen masukan diwakili oleh suatu nama variable yang ditulis di dalam kurung.  
Example:
Indeks_Hari = (Nol, Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu)  
7.Tipe Data Array (Larik) 
Tipe data ini sudah terstruktur dengan baik, walaupun masih sederhana. Tipe data ini menampung sejumlah data dengan tipe data sama (homogen) dalam sebuah variabel. Cara mendefinisikan tipe data array : 
Berdimensi satu Var  Nama_Variabel_Arrat[1..]of tipe_data.
4. Tipe Data Real
Merupakan tipe data bilangan pecahan seperti real, single, double, comp, extend.

5. Tipe Data Subrange
Merupakan tipe data bilangan yang punya jangkauan nilai tertentu sesuai dengan definisi pada pemrogram.
Example:
Type Variabel=Nilai_awal…Nilai_akhir

6. Tipe Data Enumerasi
Merupakan tipe data yang memiliki elemen-elemen tertentu yang disebut satu/satu dari bernilai konstanta integer sesuai dengan urutannya. Pada tipe data ini elemen masukan diwakili oleh suatu nama variable yang ditlis di dalam kurung.
Example :
Indeks_Hari = (Nol, Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu)

7. Tipe Data Array (Larik)
Tipe data ini sudah terstruktur dengan baik, walaupun masih sederhana. Tipe data ini menampung sejumlah data dengan tipe data sama (homogen) dalam sebuah variabel.
Cara mendefinisikan tipe data array :

Berdimensi satu
Var
Nama_Variabel_Array[1...N]of tipe_data
1 Nomor Indeks
Berdimensi dua
Var
Nama_Variabel_Array=Array[1...N,1...M]of tipe_data
2 buah Nomor Indeks


8. Tipe Data Record
Tipe data komposit yang sudah terstruktur denagn baik. Tipe data ini digunakan untuk menampung data suatu obyek. Datanya berupa campuran dari tipe data seperti string, numerik, char, boolean, atau tipe data lainnya. Tipe data ini merupakan struktur dasar dari suatu sistem database.

9. Tipe Data Array Record
Tipe data array yang dibangun dari tipe data record.

10. Tipe Data Citra
Berisi grafik/gambar yang banyak digunakan pada aplikasi video.

Data Structur di bahasa C:

Struct adalah tipe data yang dapat melakukan penyimpanan beberapa data yang saling terkait (seperti Nama, NRP, Alamat), sebagai suatu kesatuan, sehingga data-data tersebut seakan-akan menjadi suatu data tunggal. Pembuatan tipe data baru dalam C dilakukan dengan menggunakan kata kunci struct, yang merupakan kependekan dari structure (struktur).

Syntax :

Struct [<struct type name>]{

[<type><variabel-name[,variabel-name, …]>];

.

.

} [<structure variabels>];

Contoh :typedef struct { int NIP ; char nama[30] } pegawai_t;

Perbedaan dengan Tipe data lain :

Tipe data yang lain hanya terdiri dari 1 element, sehingga hanya dapat menyimpan sebuah nilai atau sebuah string saja, sedangkan tipe data struct dapat menyimpan beberapa elemen, dengan berbagai macam tipe seperti int, char, long, dll.

Operator titik digunakan sebagai pemisah antara variabel struktur dengan elemennya, penulisan ini sebaiknya tidak dipisahkan oleh spasi. Operator ini berfungsi untuk mengakses suatu element dari variabel struktur.

Operator panah digunakan untuk pengaksesan operasi pointer, atau menggunakan operator bintang (’*’), untuk pengaksesan element-element suatu struktur yang berupa pointer.

Contoh :typedef struct { int NIP ; char nama[30] } pegawai_t, *peg_t;

Pengaksesan dengan operator titik dan panah:

– p Pegawai_t.NIP

– p Pegawai_t.nama

– ( (*peg_t).NIP == peg_t -> NIP

Contoh kasus dalam bidang Elektro:
Untuk menyajikan Algoritma terdapat kesepakatan dalam bidang pemrograman peralatan elektronik, yaitu dapat dinyatakan dalam bentuk:
  • Menggunakan bahasa natural dalam bentuk narasi seperti contoh di atas.
  • Menggunakan diagram alir (flow chart)
Adapun cara penyajian algoritma, adalah sebagai berikut:
  • Penulisan Algoritma Menggunakan Bahasa Natural
Untuk penyajian algoritma menggunakan bahasa natural dalam bentuk narasi, dan sebagai contoh penulisannya dapat dilihat pada contoh permasalahan di atas.
  • Diagram Alir (Flow Chart)
Flowchart adalah algoritma penyelesaian suatu masalah yang diwujudkan dalam bentuk penggambaran bagan, dimana dalam bagan tersebut memiliki kandungan aliran data yang lebih menggambarkan langkah-langkah penyelesaian suatu masalah. Terdapat 2(dua) penggambaran Flowchart yaitu System Flowchart dan Program Flowchart.
Flowchart dapat digunakan untuk menggambarkan perilaku suatu algoritma (dengan menggunakan gambar-gambar atau tanda-tanda yang sesuai) Bila suatu flowchart lengkap telah selesai dikerjakan, gambaran lengkap tentang proses pemikiran seorang programmer dalam memecahkan suatu masalah dapatlah diikuti. Peranan flowchart sangat penting terutama pada pemeriksaan program. Flowchart yang merupakan bagian penting dalam suatu program yang telah selesai juga dapat membantu orang lain dalam memahami algoritma yang tepat yang dibuat programmer.
Ada dua jenis flowchart, yaitu:
  1. Flowchart sistem: menunjukkan jalannya program secara umum.
  2. Flowchart terperinci: rincian (detail) yang dibutuhkan programer.
Biasanya suatu program yang rumit didahului dengan flowchart sistem, lalu dilengkapi pula dengan. flowchart terperinci. Keuntungan dari flowchart ialah dapat menunjukkan urutan langkah-langkah dengan menggunakan simbol anak panah.
  1. Flowchart Sistem
Digunakan untuk menggambarkan aliran data atau informasi secara garis besarnya yang melewati suatu tahapan proses dalam sebuah sistem dengan menunjukkan media yang digunakan dalam sistem. Seperti media input, output maupun media penyimpanan dalam proses pengolahan data.
Adapun simbol yang digunakan meliputi:
Gambar 1. Simbol flowchart sistem

b, Flowchart Program
Digunakan untuk menggambarkan aliran data atau informasi secara rinci yang melewati suatu tahapan proses dengan menunjukkan tahapan penyelesaian permasalahan untuk mendapatkan hasil sesuai tujuan yang diharapkan.
Adapun simbol yang digunakan adalah sebagai berikut:
Gambar 2. Simbol Flowchart Umum
Sebuah flowchart minimal umumnya terdiiri dari simbol mulai yang menggambarkan bahwa sebuah algoritma dimulai, dilanjutkan dengan masukan data, selanjutnya data diproses kemudian hasil proses dikeluarkan dan diakhiri dengan simbol akhir dari aliran program.
Gambar 3 adalah contoh flowchart sederhana penyelesaian bertahap untuk menghitung luas sebuah bangun segi empat, dimana bangun tersebut memiki panjang = p dan lebar = l, dimana luas = p x l :
Menghitung luas bangun ternyata tidak hanya sebuah bangun yang bisa dilakukan dalam program, dengan menambahkan menu pilihan ternyata dapat dipilih untuk menghitung beberapa luas bangun dari bidang tertentu.
Jika sebuah algoritma membutuhkan alternatip pilihan maka dibutuhkan simbol percabangan, sebagai contoh sebuah sistem program harus melakukan layanan perhitungan luas bangun segi empat, luas bangun segi tiga dan luas bangun lingkaran.

Gambar 3. Flowchart Sederhana (menghitung luas)
Dengan demikian maka terdapat pilihan alternatip (gambar 4), jika dipilih 1 maka digunakan untuk menghitung luas bidang segi empat, untuk pilihan 2 digunakan menghitung luas bangun segi tiga dan untuk pilihan 3 digunakan untuk menghitung luas bangun lingkaran, maka flowchart-nya dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 4 Simbol Flowchart Program Pilihan
Aliran program dimulai, kemudian memberi kesempatan pada user untuk memberikan masukan berupa angka 1 atau angka 2 atau angka 3, jika angka tersebut adalah 1 maka akan diteruskan pada proses menghitung luas bangun segi empat.
Jika ternyata angka yang diberikan adalah 2 maka akan diteruskan pada proses menghitung luas bangun segi tiga, dan juika ternyata angka yang diberikan adalah 3 maka akan diteruskan pada proses menghitung luas bangun lingkaran.
Suatu saat dibutuhkan sebuah algoritma untuk menggambarkan suatu proses yang berulang, misal pada suatu program dibutuhkan sebuah rutin yang berfungsi sebagai penghitung (counter). Untuk itu flowchartnya dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 5. Flowchart Untuk Proses Diulang

Dalam membuat algoritma untuk pemrograman mikroprosesor dalam bahasa asembler biasanya notasi yang digunakan dalam flowchart menggunakan kode-kode, berikut contoh flowchart dengan notasi kode:

Gambar 6. Flowchart Dengan Notasi Kode Program.
Contoh permasalahan 3:
Mengisi akkumulator dengan data 15H, register D dengan data EAH dan register B dengan data 55H. Tambahkan isi akku dengan isi register D. Hasil penjumlahan diatas bersama carrynya di kurangi dengan isi register B.
Penyelesaian (Flowchart)
Contoh permasalahan 4:
Mengeluarkan data FFH dan 00H dengan tunda waktu FFHxFFH program berlangsung terus, sampai pada penekanan tombol reset. Program utama pada 1800H Program bagian pada 1F00H
Penyelesaian (algoritma-narasi)
  • Program Utama
Alamat register kontrol 43 H
Alamat Port C 42 H
Kata kendali : 80 H ( Port A, B dan C = keluaran )
Mengisi akku dengan data kata kendala ( 80 H )
Keluarkan isi akku ke register kontrol
loop ( pengulangan tak berakhir )
isi akku dengan data FFH
keluarkan isi akku ke register port C tinggi
panggil tunda waktu         
isi akku dengan data 00 H
keluarkan isi akku ke register port C tinggi
panggil tunda waktu         

  • program bagian tunda waktu
isi register H dengan data FFH
loop 1
isi register L dengan data FFH
loop 2
kurangkan isi L dengan 1
loncat ke loop 2, bila LF 0
kurangkan isi H dengan 1
loncat ke loop 1, bila HF 0
mengakhiri program bagian (kembali ke program utama)
Definisi Pseudo-code
Kode atau tanda yang menyerupai (pseudo) atau merupakan penjelasan cara menyelesaikan suatu masalah. Pseudo-code sering digunakan oleh manusia untuk menuliskan algoritma.
Contoh kasus : mencari bilangan terbesar dari dua bilangan yang diinputkan
Solusi Pseudo-code :
Masukkan bilangan pertama
Masukkan bilangan kedua
Jika bilangan pertama > bilangan kedua maka kerjakan langkah 4, jika tidak, kerjakan langkah 5.
Tampilkan bilangan pertama
Tampilkan bilangan kedua
Solusi Algoritma :
Masukkan bilangan pertama (a)
Masukkan bilangan kedua (b)
if a > b then kerjakan langkah 4
print a
print b
Contoh Lainnya dalam Algortima dan Pseudo-code :
Tahapan dalam Pemrograman
Langkah-langkah yang dilakukan dalam menyelesaikan masalah dalam pemrograman dengan komputer adalah :
Definisikan Masalah
Buat Algoritma dan Struktur Cara Penyelesaian
Menulis Program
Mencari Kesalahan
Uji dan Verifikasi Program
Dokumentasi Program
Pemeliharaan Program
Contoh Kasus Lainnya
Sebagai contoh sederhana, hitunglah keliling persegi panjang dengan komputer, maka sebelum membuat program kita buat dahulu algoritmanya sebagai berikut :
1. Dapatkan nilai panjang dan lebar persegi panjang
2. Hitung keliling persegi panjang dengan menggunakan rumus 2 x (panjang+lebar)
3. Cetak hasil keliling persegi panjan
Algoritma di atas dinyatakan dalam bentuk bahasa manusia yang mudah dimengerti oleh kita. Biasanya untuk penyelesaian masalah yang menggunakan komputer algoritmanya dapat disajikan dalam salah satu dari 2 bentuk algoritma yaitu Diagram Alir (Flowchart) atau Pseudocode.
Menggunakan Pseudocode
Pseudocode yaitu suatu bentuk algoritma yang menggunakan berbagai notasi yang dimaksudkan untuk menyederhanakan bentuk kalimat manusia.
1. Panjang 6
2. Lebar 8
3. Keliling 0
4. Keliling 2 * ( P + L )
5. cetak K
KESIMPULAN:
  • Dalam menyusun program aplikasi pada sebuah hardware mikroprosesor, seharusnya diawali dengan penyusunan algoritma.
  • Sebuah program aplikasi merupakan cara menyusun berbagai instruksi-instruksi berdasarkan urutan logika tertentu untuk memenuhi kebutuhan.
  • Algoritma dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah, karena untuk membangun sebuah program aplikasi diperlukan sebuah bahasa pemrograman yang disebut dengan bahasa assembly, melalui bahasa ini instruksi disusun dalam urutan sekuensial mengikuti tata aturan dan konsep yang terstruktur.
  • Konsep algoritma pemrograman dapat dituangkan dalam bentuk diagram alir (flowchart).



Jumat, 19 April 2019

Revolution industrial Technologi

                    4.0 Industrial Technologi 
 Hello guys welcome back to my blog, this time i'll tell you about 4.0 Industrial Technologi, im sorry of my English language is so bad, now we Will start from definisi.

 A. Definisi
      The industrial revolution is a radical and fast-developing human change in making work equipment to increase production or industrial output. The Industrial Revolution runs between 1750-1850 which has been running on a large scale in the fields of agriculture, manufacturing, mining, transportation and technology and also related to social, economic, and cultural in the world.
  
  B.  Describe The Impact Each Industrial Revolution Had On Society
   
      1. Development of Urbanazion
   The development of industrialization has
    Given rise to new cities and centers. Because the city with its industrial activities promises a more decent life, many village farmers go to the city to get jobs. This resulted in the neglect of agricultural activities. 

      2.  Low labor costs As a result of the
      Increasing flow of urbanization to industrial cities, the number of workers is  increasingly abundant. Meanwhile, many factories use engine power.Thus laborers costs are cheap. In addition, social security is reduced so that their lives become difficult. In fact  many employers choose female and child laborers whose Wates are cheaper
   
   C.  Describe Each Of The First Three Industrial Revolution
     The emergence of digital technology and the internet marked the advent of the Indonesian Revolution 4.0 The process of industrial revolution if examined from the perspective of British sociologist David Harvey as a process of compression of space and time. Space and time are increasingly compressed.And, this culminated in the phase 4.0 revolution the digital revolution. Time and space are no longer distant. The second revolution with the presence of cars makes time and distance closer. Revolution 3.0 brings the two together. Therefore, the digital era now carries the present side. 


Reference:
[1] https://www.seputarpengetahuan.co.id/2018/09/pengertian-revolusi-industri-proses-latar-belakang-akibat-terlengkap.html 
[2] https://www.academia.edu/34486812/Makalah_revolusi_industri 



    

Jumat, 12 April 2019

Tentang Plagiarisme



 PLAGIARISME

Assalamualaikum gaeess..
 kali ini saya akan membahas tentang plagiarisme.
udah tau dong kalo plagiarisme itu ada pengertian tentang plagiat

Nah disini saya akan membahasa tentang plagiarisme

1. PENGERTIAN PlAGIARISME 
 
   Menurut Peraturan Menteri Pendidikan RI Nomor 17 Tahun 2010 dikatakan:

“Plagiat adalah perbuatan sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai”
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) disebutkan:

“Plagiat adalah pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat) sendiri”.
Menurut Oxford American Dictionary dalam Clabaugh (2001) plagiarisme adalah:

“to take and use another person’s ideas or writing or inventions as one’s own”
Menurut Reitz dalam Online Dictionary for Library and Information Science (http://www.abc-clio.com/ODLIS/odlis_p.aspx) plagiarisme adalah : “Copying or closely imitating take work of another writer, composer etc. without permission and with the intention of passing the result of as original work”

Definisi di atas semoga bisa kita cermati, sehingga kita memahami apa yang dimaksud dengan plagiarisme. Dengan demikian, pemahaman ini sebagai pegangan bagi kita untuk tidak melakukan tindakan plagiat.


2. TIPE PLAGIARISME


Menurut Soelistyo (2011) ada beberapa tipe plagiarisme:
  1. Plagiarisme Kata demi Kata (Word for word Plagiarism). Penulis menggunakan kata-kata penulis lain (persis) tanpa menyebutkan sumbernya.
  2. Plagiarisme atas sumber (Plagiarism of Source). Penulis menggunakan gagasan orang lain tanpa memberikan pengakuan yang cukup (tanpa menyebutkan sumbernya secara jelas).
  3. Plagiarisme Kepengarangan (Plagiarism of Authorship). Penulis mengakui sebagai pengarang karya tulis karya orang lain.
  4. Self Plagiarism. Termasuk dalam tipe ini adalah penulis mempublikasikan satu artikel pada lebih dari satu redaksi publikasi. Dan mendaur ulang karya tulis/ karya ilmiah. Yang penting dalam self plagiarism adalah bahwa ketika mengambil karya sendiri, maka ciptaan karya baru yang dihasilkan harus memiliki perubahan yang berarti. Artinya Karya lama merupakan bagian kecil dari karya baru yang dihasilkan. Sehingga pembaca akan memperoleh hal baru, yang benar-benar penulis tuangkan pada karya tulis yang menggunakan karya lama.
 3. MENGAPA PLAGIARISME BISA TERJADI??
Beberapa tindakan plagiat terjadi di sekitar kita. Tentu saja hal ini cukup menjadi perhatian kita semua, sehingga menjadi sangat penting bagi kita untuk mengantisipasi tindakan ini. Tindakan plagiat akan mencoreng dan memburamkan dunia akademis kita dan tidak berlebihan jika plagiarisme dikatakan sebagai kejahatan intelektual. Ada beberapa alasan pemicu atau faktor pendorong terjadinya tindakan plagiat yaitu:
  1. Terbatasnya waktu untuk menyelesaikan sebuah karya ilmiah yang menjadi beban tanggungjawabnya. Sehingga terdorong untuk copy-paste atas karya orang lain.
  2. Rendahnya minat baca dan minat melakukan analisis terhadap sumber referensi yang dimiliki.
  3. Kurangnya pemahaman tentang kapan dan bagaimana harus melakukan kutipan.
  4. Kurangnya perhatian dari guru ataupun dosen terhadap persoalan plagiarisme.
Apapun alasan seseorang melakukan tindakan plagiat, bukanlah satu pembenaran atas tindakan tersebut.
 
4. RUANG LINGKUP PLAGIARISME
Berdasarkan beberapa definisi plagiarisme di atas, berikut ini diuraikan ruang lingkup plagiarisme:
  1. Mengutip kata-kata atau kalimat orang lain tanpa menggunakan tanda kutip dan tanpa menyebutkan identitas sumbernya.
  2. Menggunakan gagasan, pandangan atau teori orang lain tanpa menyebutkan identitas sumbernya.
  3. Menggunakan fakta (data, informasi) milik orang lain tanpa menyebutkan identitas sumbernya.
  4. Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri.
  5. Melakukan parafrase (mengubah kalimat orang lain ke dalam susunan kalimat sendiri tanpa mengubah idenya) tanpa menyebutkan identitas sumbernya.
  6. Menyerahkan suatu karya ilmiah yang dihasilkan dan /atau telah dipublikasikan oleh pihak lain seolah-olah sebagai karya sendiri.
 5. GIMANA SIH CARA MENGHINDARI PLAGIARISME?
  1. Tentukan buku yang hendak anda baca
  2. Sediakan beberapa kertas kecil (seukuran saku) dan satukan dengan penjepit.
  3. Tulis judul buku, pengarang, penerbit, tahun terbit, tempat terbit, jumlah halaman pada kertas kecil paling depan
  4. Sembari membaca buku, salin ide utama yang anda dapatkan pada kertas-kertas kecil tersebut.
  5. Setelah selesai membaca buku, anda fokus pada catatan anda
  6. Ketika menulis artikel, maka jika ingin menyitir dari buku yang telah anda baca, fokuslah pada kertas catatan.
  7. Kembangkan kalimat anda sendiri dari catatan yang anda buat
6. APA SAJA SIH SANKSI JIKA KETAHUAN MELAKUKAN PLAGIARISME
Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 mengatur sanksi bagi orang yang melakukan plagiat, khususnya yang terjadi dilingkungan akademik. Sanksi tersebut adalah sebagai berikut (Pasal 70):
Lulusan yang karya ilmiah yang digunakannya untuk mendapatkan gelar akademik, profesi, atau vokasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 Ayat (2) terbukti merupakan jiplakan dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).
Peraturan Menteri Nomor 17 Tahun 2010 telah mengatur sanksi bagi mahasiswa yang melakukan tindakan plagiat. Jika terbukti melakukan plagiasi maka seorang mahasiswa akan memperoleh sanksi sebagai berikut:
  1. Teguran
  2. Peringatan tertulis
  3. Penundaan pemberian sebagian hak mahasiswa
  4. Pembatalan nilai
  5. Pemberhentian dengan hormat dari status sebagai mahasiswa
  6. Pemberhentian tidak dengan hormat dari status sebagai mahasiswa
  7. Pembatalan ijazah apabila telah lulus dari proses pendidikan.
 
Tulisan ini saya buat dari sumber : http://lib.ugm.ac.id/ind/?page_id=327#definisi