1. Daerah Istimewa Aceh ( DIA )
Flora:
Bunga Jeumpa / Cempaka Wangi, (Michelia champaca).
Fauna:
Burung Ceumpala Kuneng / Kucica ekor-kuning, (Trichixos pyrropygus).
|
2. Sumatra Utara ( Sumut ).
Flora:
Kenanga (Cananga odorata).
Fauna:
Burung Beo Nias (Gracula religiosa robusta).
|
3. Sumatra Barat (Sumbar)
Flora:
Murbei (Morus macroura).
Fauna:
Burung Kuau Raja (Argusianus argus).
|
4. Sumatra Selatan (Sumsel)
Flora:
Duku (Lansium domesticum).
Fauna:
Ikan Belida (Chitala lopis).
|
5. Provinsi Riau
Flora:
Nibung (Oncosperma tigillarium).
Fauna:
Burung Serindit (Loriculus galgulus).
|
6. Kepulauan Riau ( Kepri )
Flora:
Sirih (Piper betle).
Fauna:
Ikan Kakap (Lutjanus sanguineus).
|
7. Bengkulu
Flora:
Rafflesia Arnoldii (Rafflesia Arnoldii).
Fauna:
Beruang Madu (Helarctos malayanus).
|
8. Jambi
Flora:
Pinang Merah (Cyrtostachys renda).
Fauna:
Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae).
|
9. Lampung
Flora:
Bunga Asar (Mirabilis jalapa).
Fauna:
Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus).
|
10. Kepulauan Bangka Belitung ( Kep Babel )
Flora:
Nagasari / Nyatuh Pucung (Palaquium rostratum).
Fauna:
Mantilin / Spesies dari Tarsius (Tarsius bancanus).
|
11. Provinsi Banten
Flora:
Kokoleceran (Vatica bantamensis).
Fauna:
Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus).
|
12 Daerah Khusus Ibukota ( DKI ) Jakarta
Flora:
Salak Condet (Salacca edulis).
Fauna:
Burung Elang Bondol (Haliastur indus).
|
13. Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY )
Flora:
Kepel / Burahol (Stelechocarpus burahol).
Fauna:
Burung Perkutut (Geopelia striata).
|
14. Jawa Barat ( Jabar )
Flora:
Gandaria (Bouea macrophylla).
Fauna:
Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas).
|
15. Jawa Tengah ( Jateng )
Flora:
Kantil (Michelia alba).
Fauna:
Burung Kepodang Emas (Oriolus chinensis).
|
16. Jawa Timur ( Jatim )
Flora:
Sedap Malam (Polianthes tuberosa).
Fauna:
Ayam bekisar (Gallus varius × Gallus gallus).
|
17. Provinsi Bali
Flora:
Majegau (Dysoxylum densiflorum).
Fauna:
Burung Jalak Bali (Leucopsar rothschildi).
|
18. Nusa Tenggara Barat ( NTB )
Flora:
Ajan Kelicung (Diospyros macrophylla).
Fauna:
Rusa Timor (Cervus timorensis).
|
19. Nusa Tenggara Timur ( NTT )
Flora:
Cendana (Santalum album).
Fauna:
Biawak Komodo (Varanus komodoensis).
|
20. Kalimantan Barat ( Kalbar )
Flora:
Tengkawang Tungkul / Meranti Merah Menyala (Shorea stenoptera).
Fauna:
Burung Enggang Gading (Rhinoplax vigil).
|
21. Kalimantan Selatan ( Kalsel )
Flora:
Kasturi (Mangifera casturi).
Fauna:
Bekantan / Monyet berhidung panjang (Nasalis larvatus).
|
22. Kalimantan Tengah ( Kalteng )
Flora:
Tenggaring / Rambutan (Nephelium lappaceum).
Fauna:
Kuau Kerdil Kalimantan / Sejenis Merak (Polyplectron schleiermacheri).
|
23. Kalimantan Timur ( Kaltim )
Flora:
Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata).
Fauna:
Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris), Ikan Pesut yang hidup di sungai Mahakam.
|
24. Kalimantan Utara ( Kaltara )
Flora:
Sementara flora Kalimantan Utara mungkin sama dengan Kalimantan Timur karena Provinsi Kaltara sebelumnya adalah bagian dari Provinsi Kalimantan Timur.
Fauna:
Sementara Fauna Kalimantan Utara mungkin sama dengan Kalimantan Timur karena Provinsi Kaltara sebelumnya adalah bagian dari Provinsi Kalimantan Timur.
|
25. Gorontalo
Flora:
Gofasa, gupasa (Vitex cofassus).
Fauna:
Ikan Bulalao (Liza dussumieri).
|
26. Sulawesi Utara ( Sulut )
Flora:
Longusei / Berkerabat dengan pohon Beringin (Ficus minahasae).
Fauna:
Tangkasi / Sejenis primata kecil (Tarsius tarsier).
|
27. Sulawesi Tengah ( Sulteng )
Flora:
Eboni (Diospyros celebica).
Fauna:
Burung Maleo Senkawor (Macrocephalon maleo).
|
28. Sulawesi Barat ( Sulbar )
Flora:
Cempaka hutan kasar (Elmerrillia ovalis).
Fauna:
Burung Mandar Dengkur (Arabidopsis plateni).
|
29. Sulawesi Tenggara ( Sultra )
Flora:
Anggrek Serat (Dendrobium utile).
Fauna:
Anoa (Bubalus depressicornis).
|
30. Sulawesi Selatan ( Sulsel )
Flora:
Lontar / Siwalan (Borassus flabellifer).
Fauna:
Burung Julang Sulawesi (Aceros cassidix).
|
31. Provinsi Maluku
Flora:
Anggrek Larat (Dendrobium phalaenopsis).
Fauna:
Burung Nuri raja Ambon (Alisterus amboinensis).
|
32. Maluku Utara ( Malut )
Flora:
Cengkeh (Syzygium aromaticum).
Fauna:
Burung Bidadari Halmahera (Semioptera wallacii).
|
33. Papua
Flora:
Buah merah (Pandanus conoideus).
Fauna:
Burung Cendrawasih 12 Kawat (Seleucidis melanoleucus).
|
34. Papua Barat
Flora:
Matoa (Pometia pinnata).
Fauna:
Burung Cendrawasih Merah (Paradisaea rubra).
|
mp3
Selasa, 24 April 2018
Flora Dan Fauna dari 34 provinsi di Indonesia
Assalamualaikum. gaes kali ini saya akan memberikan informasi tentang flora dan fauna dari 34 provinsi di indonesia
Ini loh Guys rumah adat dari 34 provinsi di indonesia. no 2 Unik Sekali guys
Assalamualaikum gaeess.. im back again yeahahahah..Kali ini ane bakalan ngasih tau neeh ke kalian tentang tempat tinggal dari berbagai daerah di indonesia.. langsung aja neh ya ke yg pertama
1. Provinsi Jawa Barat
Nah Gaes rumah adat dari Jawa Barat khususnya sunda ini kalo menurut saya unik loh gaes..
Rumah Imah Badak Heuay memiliki makna yang berarti badak yang sedang menguap. Rumah ini memilki ciri khusus yaitu pada bagian atapnya dan design rumah badak Heuay tampak seperti rumah Tagog Anjing. Dibagian suhuan atau atap belakang melewati tepian, sehingga jika diperhatikan betul rumah ini mirip dengan badak yang menguap.
Desain rumah ini banyak digunakan didaerah masyarakat Sukabumi, bahkan hingga sekarang masih mereka gunakan sebagai rumah hunian mereka.
2. Jawa Tengah
Nah gaes yang kedua ini rumah adat dari Jawa Tengah yang mempunyai nama Joglo unik ya gaes namanya..
Rumah adat Joglo merupakan rumah tradisional yang paling terkenal dari semua rumah di pulau jawa. Rumah adat Joglo ini merupakan rumah tradisional dari Jawa Tengah. Tidak hanya jawa Tengah, namun juga terdapat di Jawa Timur serta Yogyakarta dengan ciri khas masing-masing.
Rumah adat Joglo ini dibangun berdasarkan keyakinan dan filosofi jawa. Nama yang diberikan pada rumah adat ini dikarenakan menyerupai dua gunung. Dua gunung ini disebut juga dengan taJUG LOro (Juglo) yang setelah itu, penyebutannya berkembang menjadi Joglo.
Pembuatan atap yang berbentuk gunung tersebut diyakini oleh masyarakat setempat sebagai tempat suci atau rumah para dewa. Ciri khas secara umum pada rumah Joglo memiliki pekarangan yang luas serta lapang tanpa di batasi oleh sekat.
3. Jawa Timur
Nah kalo ini dari bagian timur pulau jawa gaes.. yap jawa timur dan berikut adalah penjelasannya.
Rumah adat joglo jawa timuran merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Jawa Timur. Rumah adat ini mempunyai kemiripan dengan rumah adat joglo Jawa Tengah. Ciri khas rumah adat ini adalah bentuknya lebih minimalis tetapi artistik.
Selain itu rumah adat ini mempunyai filosofi dan sanepan yang terkandung didalam rumah adat ini. Sehingga rumah adat ini kental akan kebudayaan leluhur terdahulu.
Rumah adat Jawa Timur biasa dikenal dengan istilah rumah joglo yang umunya berbentuk limasan atu dara gepak. Provinsi Jawa Timur yang masih mempertahankan ciri khas rumah adat joglo banyak ditemukan didaerah Ponorogo.
Arsitektur rumah adat Jawa Timur meemilki kesamaan dengan arsitektur rumah adat Jawa Tengah. Yang masih kental dengan dasar filosofi. Pada umumnya rumah joglo terbuat dari kayu jati murni. Selain memilki kekuatan yang baik, kayu jati mampu bertahan lebih lama.
Rumah adat joglo lebih mengacu pada bentuk atapnya yang mengerucut. Hal itu mengambil stilasi dari bentuk gunung. Stilasi bentuk gunung bertujuan untuk pengambilan filosofi yang terkandung didalamnya.
4. Aceh (krong Bade)
Nah gaes kalo ini rumah adat dari Aceh nehhhh. Berikut ini adalah penjelasannya
Rumah adat krong bade merupakan rumah adat provinsi Aceh. Rumah ini juga dikenal dengan sebutan rumoh aceh.
Ciri khas rumah krong bade adalah mempunyai tangga didepan rumah yang digunakan sebagai jalan masuk kedalam rumah. Pada umumnya rumah ini mempunyai jumlah anak tangga yang ganjil.
Rumah adat krong bade mempunyai bentuk persegi panjang dan dibuat memanjang dari arah timur ke barat. Dinding rumah terbuat dari kayu dan dihiasi dengan lukisan. Atap rumah adat krong bade terbuat dari daun rumbia serta lantainya terbuat dari bambu atau enau.
5. Sumatra Utara (Rumah Bolon)
Rumah adat bolon merupakan rumah adat provinsi Sumatera Utara. Rumah bolon terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain rumah Bolon Simalungun, rumah Bolon Toba, rumah Bolon Karo, rumah Bolon Mandailing, rumah Bolon Angkola dan rumah Bolon Pakpak.
Ciri khas rumah bolon adalah bentuknya panggung yang terdiri dari beberapa tiang bergaris tengah yang menjadi penyanggahnya. Dinding rumah bolon dihiasi dengan ornamen khas Simalungun yang berwarna merah, putih, dan hitam. Ornamen ini menggambarkan pendangan kosmologis dan filosofi budaya suku Batak.
6. Sumatra Barat (Rumah Gadang)
Rumah adat gadang merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Sumatera Barat. Nama lain dari rumah adat gadang adalah rumah bagonjong, rumah baanjuang, dan rumah godang.
Ciri khas rumah gadang adalah mempunyai keunikan dalam bentuk arsitekturnya dengan atap yang menyerupai tanduk kerbau yang terbuat dari bahan ijuk.
7. Riau (Rumah Melayu Selaso)
Rumah adat melayu selaso merupakan rumah adat yang berasa dari provinsi Riau.
Ciri khas rumah adat ini adalah memiliki kolong atau yang biasa kita sebut dengan rumah panggung. Terdiri dari beberapa tiang dengan bentuk bangunan persegi panjang. Selain itu rumah adat selaso jatuh kembar mempunyai ukiran melayu seperti lebah bergayut, selembayung, pucuk rebung dan lain-lain.
Selaso jatuh kembar sendiri mempunyai makna rumah yang memiliki dua selaso yang artinya lantai rumah lebih rendah dari pada ruang tengah.
8. Jambi (Rumah Panjang)
Rumah adat panjang merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Jambi.
Ciri khas rumah adat ini adalah bentuknya yang panjang. Selain itu rumah adat ini memiliki corak yang sangat khas. Di Jambi, rumah adat ini hampir punah. Banyak masyarakat yang lebih memilih rumah modern dari pada rumah panjang ini.
9. Sumatra Selatan (Rumah Limas)
Rumah adat limas merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Sumatera Selatan.
Ciri khas rumah adat ini adalah atapnya yang berbentuk limas. Selain itu, rumah limas juga mempunyai lantai yang bertingkat-tingkat yang disebut sebagai Bengkilas dan hanya digunakan untuk acara-acara penting keluarga saja.
10. Bangka Belitung (Rumah Rakit, Rumah Limas)
Rumah rakit merupakan rumah adat yang berasal dari Bangka Belitung. Rumah rakit ini juga sangat populer di Kota Palembang.
Ciri khas rumah rakit ini adalah dibangun diatas sungai dan mirip seperti rakit. Dibangun diatas sungai karena dahulu sungai dianggap sebagai sumber mata pencaharian dan sumber makanan bagi masyarakat.
11. Bengkulu (Rumah Bubungan Lima)
Rumah adat bubungan lima merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Bengkulu.
Ciri khas rumah ini mempunyai model seperti rumah panggung yang ditopang oleh beberapa tiang penopang. Kayu yang digunakan untuk membangun rumah ini juga tidak sembarangan. Kayu yang digunakan adalah Kayu Medang Kemuning.
12. Lampung (Nowou Sesat)
Rumah adat nowou sesat merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Lampung.
Ciri khas rumah adat ini adalah bentuknya seperti panggung dan terdapat ornamen yang khas pada bagian sisi bangunan. Pada umumnya rumah adat ini memiliki ukuran yang sangat besar, tapi pada zaman sekarang ukuran rumah adat ini dibuat tidak terlalu besar.
13. DKI Jakarta (Rumah Kebaya)
Rumah adat kebaya merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi DKI Jakarta.
Ciri khas rumah adat ini adalah atapnya yang menyerupai pelana yang dilipat dan apabila di lihat dari samping maka akan terlihat seperti lipatan-lipatan seperti lipatan kebaya. Selain itu rumah ini juga memiliki corak ornamen khas suku betawi.
14. Banten (Rumah Badui)
Rumah Badui merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Banten.
Ciri khas rumah badui adalah bentuknya yang menyerupai panggung dan hampir seluruh bagian rumah terbuat dari bahan bambu. Rumah adat ini juga terkenal dengan kesederhanaan.
15. Daerah Istimewa Yogyakarta (Rumah Bangsal Kencono, Rumah joglo)
Rumah bangsal kencono merupakan rumah adat yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada zaman dulu rumah adat ini digunakan sebagai tempat tinggal raja-raja jawa dan para pejabat kerajaan.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai corak ornamen yang mengandung filosofi dan nilai-nilai kehidupan yang merupakan lambang dari pola perilaku manusia, alam semesta dan kehidupan.
16. Bali (Rumah Gapura Candi Bentar)
Rumah adat gapura candi bentar merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Bali.
Ciri khas rumah adat ini adalah bentuknya menyerupai pura dan memiliki gapura di bagian depan rumah. Rumah adat di Bali sangat kental dengan budaya dan agamanya. Berbeda dengan rumah adat yang lainnya di Indonesia. Rumah adat ini masih sangat mudah untuk ditemukan. Itu artinya masyarakat di Bali sangat menjaga harta kebudayaan yang mereka miliki.
17. Nusa Tenggara Barat (Rumah Istana Sultan Sumbawa)
Rumah adat dalam loka merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Nusa Tenggara Barat. Rumah adat ini dibangun oleh suku-suku asli daerah Nusa Tenggara Barat. Diantaranya adalah Suku Sumbawa, Suku Sasak, Suku Dongu, Suku, Dompu.
Pada zaman dahulu rumah adat ini digunakan sebagai istana raja dan ketua adat. Akan tetapi seiring perkembangan zaman, rumah adat ini digunakan sebagai tempat tinggal masyarakat Nusa Tenggara Barat.
18. Nusa Tenggara Timur (Rumah Musalaki)
Rumah adat musalaki merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Nusa Tenggara Timur. Rumah adat musalaki mempunyai kemiripan dengan rumah adat daerah tetangganya, yaitu Nusa Tenggara Barat.
Ciri khas dari rumah adat ini adalah bentuk dan arsitekturnya menyerupai kerucut. Pada zaman dahulu rumah ini digunakan sebagai tempat tinggal kepala suku dan pembesar adat saja. Akan tetapi seiring perkembangan zaman, rumah adat ini digunakan untuk tempat tinggal masyarakat Nusa Tenggara Timur.
19. Kalimantan Barat (Rumah Istana Kesultanan Pontianak)
Rumah adat istana kesultanan pontianak merupakan rumah adat yang berasal dari daerah Kalimantan Barat. Rumah ini memiliki ukuran yang cukup besar.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai corak dan arsitektur Suku Dayak yang terdapat pada bagian-bagian sisi rumah.
20. Kalimantan Tengah (Rumah Betang)
Rumah adat betang adalah rumah adat yang berasal dari provinsi Kalimantan Tengah. Rumah ini secara garus besar mempunyai kemiripan dengan rumah panjang.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai ukuran yang sangat besar dan merupakan rumah adat terbesar kedua di Indonesia. Rumah adat ini mampu menampung 150 orang atau 30-35 keluarga.
21. Kalimantan Selatan (Rumah Banjar Bubungan Tinggi)
Rumah adat bubungan tinggi merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Kalimantan Selatan. Rumah ini dibangun oleh suku Dayak Selatan yang merupakan suku asli Kalimantan.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai struktur bangunan yang tinggi dan kokoh. Rumah adat bubungan tinggi ini lebih mengutamakan kekokohan bangunan daripada daya tampung bangunannya.
22. Kalimantan Timur (Rumah Lamin)
Rumah adat lamin merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Kalimantan Timur. Rumah adat ini dibangun oleh suku asli Kalimantan, yaitu Suku Daya Timur.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai corak ornamen Suku Dayak Timur yang terdapat pada bagian-bagian sisi rumah. Rumah lamin ini juga merupakan rumah adat terbesar di Indonesia.
23. Kalimantan Utara (Rumah Baloy)
Rumah adat baloy merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Kalimantan Utara. Rumah adat baloy terinspirasi dari rumah adat suk tidung yang juga berada di Kalimantan Utara.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai arsitektur bangunan yang lebih indah daripada rumat adat lainnya yang ada di Kalimantan. Sehingga rumah adat baloy dijadikan sebagai maskot daerah sekaligus sebagai media menarik wisatawan.
24. Sulawesi Utara (Rumah Pewaris)
Rumah adat pewaris adalah rumah adat yang berasal dari provinsi Sulawesi Utara. Rumah adat ini dibangun oleh suku asli Sulawesi Utara, yaitu Suku Minahasa.
Ciri khas rumah ini adalah mempunyai bentuk seperti rumah panggung dan memiliki dua tangga pada bagian depan rumahnya. Hampir seluruh bagian rumah ini terbuat dari bahan dasar kayu. Kayu yang digunakan pun bukanlah jenis kayu yang sembarangan.
25. Sulawesi Barat (Rumah Mandar)
Rumah adat mandar merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Sulawesi Barat. Rumah adat ini mempunyai arsitektur bangunan yang mirip dengan bangunan suku bugis dan suku toraja.
Ciri khas rumah adat ini adalah memiliki teras yang luas dan mempunyai anak tangga yang jumlahnya ganjil. Selain itu sebagian besar struktur material bangunan berasal dari alam.
26. Sulawesi Tengah (Rumah Tambi)
Rumah adat tambi merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Sulawesi Tengah.
Ciri khas rumah ini adalah mempunyai bentuk persegi panjang dengan arsitektur rumah panggung. Bahan dasar dalam pembuatan rumah ini menggunakan kayu asli dan juga batu alam. Semakin tinggi dan besar rumah ini maka status sosial sang pemilik semakin tinggi.
27. Sulawesi Tenggara (Rumah Buton Malige)
Rumah adat buton malige merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Sulawesi Tenggara.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai karakteristik arsitektur yang unik. Rumah adat ini dibangun dengan empat lantai dengan teknik kontruksi kayu kait tanpa pasak dan paku.
28. Sulawesi Selatan (Rumah Tongkonan)
Rumah adat tongkonan merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Sumatera Selatan.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai bentuk yang unik pada atapnya. Atap rumah ini berbentuk seperti perahu. Selain itu terdapat hiasan tanduk kerbau di bagian depan rumahnya.
29. Gorontalo (Rumah Dulohupa, Rumah Pewaris)
Rumah adat dolohupa merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Gorontalo.
Ciri khas rumah adat ini adalah mempunyai atap yang sangat berseni dengan struktur bangunan menyerupai rumah panggung. Sebagian besar bahan dasar bangunan ini adalah menggunakan kayu asli.
30. Maluku (Baileo)
Rumah adat baileo merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Maluku. Rumah adat ini melambangkan kejamukan agama di Maluku.
Ciri khas rumah adat ini adalah ukurannya yang besar sebab rumah adat ini tidak dipakai sebagai tempat tinggal saja melainkan untuk musyawarah dan acara hiburan. Uniknya didalam salah satu ruangan rumah adat ini terdapat ruangan khusus untuk menyimpan benda-benda pusaka suci.
31. Maluku Utara (Baileo)
Rumah adat baileo merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Maluku. Rumah adat ini melambangkan kejamukan agama di Maluku.
Ciri khas rumah adat ini adalah ukurannya yang besar sebab rumah adat ini tidak dipakai sebagai tempat tinggal saja melainkan untuk musyawarah dan acara hiburan. Uniknya didalam salah satu ruangan rumah adat ini terdapat ruangan khusus untuk menyimpan benda-benda pusaka suci.
32. Papua Barat (Honai)
Rumah adat honai merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Papua. Rumah ini terbuat dari kayu dan ilalang.
Ciri khas rumah adat ini adalah berukuran minimalis dan sempit. Rumah ini juga tidak memiliki jendela dengan tujuan agar rumah tetap hangat mesti suhu diluar sangat dingin. Ini dikarenakan masyarakat Papua banyak yang tinggal di daerah pegunungan.
33. Papua (Honai)
Rumah adat honai merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Papua. Rumah ini terbuat dari kayu dan ilalang.
Ciri khas rumah adat ini adalah berukuran minimalis dan sempit. Rumah ini juga tidak memiliki jendela dengan tujuan agar rumah tetap hangat mesti suhu diluar sangat dingin. Ini dikarenakan masyarakat Papua banyak yang tinggal di daerah pegunungan.
34. Kepulauan Riau (Rumah Selaso Jatuh Kembar)
Rumah adat melayu selaso jatuh kembar merupakan rumah adat yang berasa dari provinsi Kepulauan Riau.
Ciri khas rumah adat ini adalah memiliki kolong atau yang biasa kita sebut dengan rumah panggung. Terdiri dari beberapa tiang dengan bentuk bangunan persegi panjang. Selain itu rumah adat selaso jatuh kembar mempunyai ukiran melayu seperti lebah bergayut, selembayung, pucuk rebung dan lain-lain.
Selaso jatuh kembar sendiri mempunyai makna rumah yang memiliki dua selaso yang artinya lantai rumah lebih rendah dari pada ruang tengah.
naah sekian gaees rumah adat dari 34 provinsi yang ada di indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)























