mp3

Senin, 12 November 2018

Perencanaan Dana Proyek

Proyek Catu Daya
   
   Apakah teman - teman tau apa yang dimaksud catu daya? disini saya akan menjabarkan perencanaan proyek catu daya dari alat dan bahan serta biaya..

A. Apa Itu Catu Daya

   Catu Daya adalah sebuah peranti elektronika yang berguna sebagai sumber daya untuk peranti lain, terutama daya listrik. Pada dasarnya pencatu daya bukanlah sebuah alat yang menghasilkan energi listrik saja, namun ada beberapa pencatu daya yang menghasilkan energi mekanik, dan energi yang lain.


B. Alat Dan Bahan Yang Di Perlukan

 Setiap membuat sesuatu mau itu makanan ataupun yang lainya pasti membutuhkan alat dan bahan apa saja yang di perlukan untuk membuat alat tersebut. berikut saya akan menjabarkan alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat catu daya serta biaya yang dibutuhkan. 

    • Papan PCB berlobang. 
    • Travo 1 Ampere tanpa CT(Center Tap)
    • Dioda 1 Ampere (atau jika ada gunakan dioda Brige)
    • Capasitor Polar 10uF/16V (2 buah)
    • IC regulator 7812.
    • Resistor 1k ohm.
    • LED warna merah.
    • Sekring 1 Ampere + soket. 
No
Nama Komponen
Jumlah
Harga
1
PAPAN PCB BERLOBANG
1
Rp 7.000
2
Travo 1 Ampere tanpa CT

1
Rp 40.000
3
Dioda 1 Ampere
1
Rp 500
4
Capasitor Polar 10uF/16V
2
Rp 30.000
5
IC regulator 7812
1
Rp 2.500
6
Resistor 1k ohm
2
Rp 1.000
7
LED warna merah
1
Rp 500
8
Sekring 1 Ampere + soket
1
Rp 1.000
Total
Rp 52.000

  
 PROYEK LDR (LIGHT DETECTOR ROBOT)


  Apakah teman - teman mengetahui apa itu light detector robot? ya seperti catu daya saya akan menjabarkan apa itu light detector robot.


A. APA ITU LIGHT DETECTOR ROBOT?

  Robot ini akan menuju sumber cahaya yang terdeteksi oleh LDR. LDR diletakkan masingmasing pada bagian depan dan belakang. Saat ada cahaya yang masuk ke LDR depan, maka robot akan jalan ke depan. Sebaliknya saat cahaya masuk ke LDR belakang maka robot akan jalan mundur ke belakang. Jika kedua LDR terkena cahaya maka robot akan diam.

No.
LDR Depan
LDR Belakang
Kondisi Robot
1
Terkena Cahaya
Terkena Cahaya
Diam
2
Terkena Cahaya
Tidak Terkena Cahaya
Maju
3
Tidak Terkena Cahaya
Terkena Cahaya
Mundur
4
Tidak Terkena Cahaya
Tidak Terkena Cahaya
Diam

B. ALAT DAN BAHAN

  Disini saya akan menjabarkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat light detector robot
> IC 1 = IC AT89xxYY      > LDR = 2
> IC 2 = IC LM324  > Motor DC 12V / Motor DC GearBox = 2
> IC 3 = IC L293D  > Trimpot = 50K
> Xtal = 12 MHz                  > R2, R3 = 10 KΩ
> R1 = 1KΩ
> Kapasitor Nonpolar 33 pF = 2    
> Kapasitor Polar 10 uF
> Button
>Tulang Ikan dan Black Housing
> Lebih disarankan menggunakan Minimum System (MinSys) yang sudah jadi, contoh : Batara, Innovative, dll

No
Komponen
Jumlah
Harga
1.
PCB
2
     Rp 14.000
2.
IC LM324 
2
     Rp   6.500
3.
Trimpot 50K
2
     Rp   2.000
4.
Resistor 10K
2
     Rp     500
5.
Soket IC
1
     Rp   2.500
6.
Tulang Ikan
1
     Rp   3.000
7.
Timah
1 roll
     Rp  12.000
8.
Yellow motor
1 pasang
     Rp  70.000
9
Jumper
10
     Rp  10.000
10.
IC L293D 
1
     Rp    4.000
11.
MinSys
1
Rp 130.000
TOTAL
Rp 254.500




 PROYEK RFID

  Seperti diatas saya akan menjabarkan apa itu rfid serta alat dan bahan yang diperlukan

A. APA ITU RFID?
  RFID atau Identifikasi Frekuensi Radio adalah sebuah metode identifikasi dengan menggunakan sarana yang disebut label RFID atau transponder untuk menyimpan dan mengambil data jarak jauh

B. ALAT DAN BAHAN

Berikut adalah alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat rfid menggunakan mikrokontroler arduino : 

- ARDUINO UNO DIP
- Modul LCD 16x2
- Modul RFID RC522
- RFID TAG Kartu
- RFID TAG Gantungan kunci
- Motor Servo 
- Modul Relay 1 Ch
- Keypad 4x4
- Buzzer
- Breadboard 170
- Acrylic Board
- Kabel USB ARDUINO
- Kabel Konektor Male Female
- Kabel Konektor Female Female
- Kabel Konektor Male Male

Senin, 15 Oktober 2018

ALL ABOUT CASH FLOW

Assalamualaikum Wr. Wb. 

  Hello semuanya selamat pagi,siang,dan malam gaeess, semoga kalian baik" saja.
saya kembali lagi setelah sekian lama tidak membuat artikel di blog saya..

kali ini saya akan memberikan info tentang CASH FLOW atau dalam bahasa Indonesia-nya ALIRAN ARUS.. yak langsung aja topik yang pertama



              1. Pengertian CASH FLOW
  
        Cash flow (aliran arus) adalah sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktifitas perusahaan, dengan kata lain adalah aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.

    Hal utama yang perlu diperhatikan yang mendasari dalam mengatur arus kas adalah memahami dengan jelas fungsi dana uang yang kita miliki, kita simpan atau investasikan.     

    Secara sederhana fungsi itu terbagi menjadi beberapa macam yaitu:

  1. Fungsi Likuiditas : Yaitu dana yang tersedia untuk tujuan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investai awal.

  2. Fungsi anti inflasi : Yaitu dana yang disimpan guna menghindari resiko penurunan pada daya beli dimasa datang dan dapat dicairkan dengan relatif cepat

  3. Capital growth : Dana yang diperuntukan untuk penambahan perkembangan kekayaan dengan jangka waktu relatif panjang.

   Aliran kas yang berhubungan dengan suatu proyek dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu:
  1. Aliran kas awal (Initial Cash Flow) : Merupakan aliran kas yang berkaitan dengan pengeluaranuntuk kegiatan investasi misalnya pembelian tanah, gedung biaya pendahuluan dsb. Aliran kas awal dapat dikatakan aliran kas keluar (cash out Flow)

  2. Aliran kas operasional (Operational Cash Flow) : Merupakan aliran kas yang berkaitan dengan operasional proyek seperti; penjualan, biaya umum,dan administrasi. Oleh sebab itu aliran kas operasional merupakan aliran kas masuk (cash in flow) dan aliran kas keluar (cash out flow)

 3. Aliran kas akhir (Terminal Cash Flow) : Merupakan aliran kas yang berkaitan dengan nilai sisa proyek (nilai residu) seperti nilai sisa modal kerja atau nilai sisa proyek lainnya yaitu penjualan peralatan proyek.

2. Laporan Arus Kas (CASHFLOW) Mengandung Dua Macam Aliran/Arus Kas Yaitu :

A. CASH INFLOW
   Cash inflow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang melahirkan keuntungan kas (penerimaan kas). Arus kas masuk (cash inflow) terdiri dari:

•    Hasil penjualan produk/jasa perusahaan.

•    Penagihan piutang dari penjualan kredit.

•    Penjualan aktiva tetap yang ada.

•    Penerimaan investasi dari pemilik atau saham bila perseroan terbatas.

•    Pinjaman/hutang dari pihak lain.

•    Penerimaan sewa dan pendapatan lain.

 B. CASH OUTFLOW
    Cash out flow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang mengakibatkan beban pengeluaran kas. Arus kas keluar (cash out flow) terdiri dari :

•    Pengeluaran biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya pabrik lain-lain.

•    Pengeluaran biaya administrasi umum dan administrasi penjualan.

•    Pembelian aktiva tetap.

•    Pembayaran hutang-hutang perusahaan.

•    Pembayaran kembali investasi dari pemilik perusahaan.

•    Pembayaran sewa, pajak, deviden, bunga dan pengeluaran lain-lain.


Laporan arus kas ini memberikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas dari perusahaan dari suatu periode tertentu, dengan mengklasifikasikan transaksi berdasarkan pada kegiatan operasi, investasi dan pendanaan.

Menurut PSAK No.2 (2002:9) Laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu yang diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

3. Aktivitas Operasi 

    Aktivitas operasi menimburkan pendapatan dan beban dari operasi utama suatu perusahaan. Karena itu aktivitas operasi mempengaruhi laporan laba rugi, yang dilaporkan dengan dasar akrual. Sedangkan laporan arus kas melaporkan dampaknya terhadap kas. Arus masuk kas terbesar dari opersi berasal dari pengumpulan kas dari langganan. Arus masuk kas yang kurang penting adalah penerimaan bunga atas pinjaman dan dividen atas investasi saham. Arus keluar kas operasi meliputi pembayaran terhadap pemasok dan karyawan, serta pembayaran bunga dan pajak.


 4. Aktivitas Investasi
  
   Aktivitas investasi meningkatkan dan menurunkan aktiva jangka panjang yang digunakan perusahaan untuk melakukan kegiatannya. Pembelian atau penjualan aktiva tetap seperti tanah, gedung, atau peralatan merupakan kegiatan investasi, atau dapat pula berupa pembelian atau penjualan investasi dalam saham atau obligasi dari perusahaan lain.

  Pada laporan arus kas kegiatan investasi mencakup lebih dari sekedar pembelian dan penjualan aktiva yang digolongkan sebagai investasi di neraea. Pemberian pinjaman juga merupakan suatu kegiatan investasi karena pinjaman menciptakan piutang kepada peminjam. Pelunasan pinjaman tersebut juga dilaporkan sebagai kegiatan investasi pada laporan arus kas.


 5. Aktivitas Pendanaan
 
   Aktivitas pendanaan meliputi kegiatan untuk memperoleh kas dari investor dan kreditor yang diperlukan untuk menjalankan dan melanjutkan kegiatan perusahaan. Kegiatan pendanaan mencakup pengeluaran saham, peminjaman uang dengan mengeluarkan wesel bayar dan pinjaman obligasi, penjualan saham perbendaharaan, dan pembayaran terhadap pemegang saham seperti dividen dan pembelian saham perbendaharaan. Pembayaran terhadap kreditor hanyalah mencakup pembayaran pokok pinjaman.


   
 6. Analisis Laporan Arus Kas


Analisis arus kas merupakan alat analisis keuangan untuk mengetahui penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas pada bank selama periode tertentu yang dikelopmokkan dari kegiatan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan perusaahaan. Aktivitas operasi ( operating) adalah aktivitas penghasil utama pendapatan bank (principal revenue-producing activities) dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. Aktivitas investasi (investing) adalah aktivitas perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak setara kas. Aktivitas pendanaan (financing) adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan peminjaman bank.
    Keputusan ekonomi yang diambil pemakai laporan keuangan memerlukan evaluasi atas kemampuan entitas syariah dalam menghasilkan kas (dan setara kas), dan waktu serta kepastian dari hasil tersebut. Kemampuan ini akhirnya menentukan, misalnya kemampuan pembayaran kepada para karyawan dan para pemasok, pembayaran kewajiban dan pembagian penghasilan kepada para pemilik.
    Kas dan setara kas terdiri dari :
1. Kas
2. Giro pada Bank Indonesia
3. Giro pada bank lain
    Laporan arus kas memberikan informasi yang memungkinkan para pemakai untuk mengevaluasi perubahan dalam aktiva bersih bank, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan untuk memngaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam rangka adaptasi dengan perubahan keadaan atau peluang. Informasi arus kas berguna untuk menilai kemampuan bank dalam menghasilkan kas dan setra kas dan memungkinkan para pemakai mengembangkan model untuk menilai dan membandingkan nilai sekarang dari arus kas masa depan (future cash flow) dari berbagai bank. Informasi tersebut juga meningkatkan daya banding pelaporan kinerja operasi berbagai bank karena dapat meniadakan pengaruh penggunaan perlakuan akuntansi yang berbeda terhadap transaksi dan peristiwa yang sama.
    Jumlah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indicator yang menentukan apakah dari operasinya bank dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pembiayaan dan pinjaman yang diterima, memlihara kemampuan operasi bank, membayar dividend an melakukan investasi baru tanpamengandalkan pada sumber pendanaan dari luar. Informasi mengenai unsur tertentu arus kas historis bersama dengan informasi lain, berguna dalam memprediksi arus kas operasi masa depan.

   Penyajian laporan kas dapat digunakan dua metode, yaitu :
1. Metode langsung Metode ini merupakan pengungkapan kelompok utama dari penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas netto

2. Metode tidak langsung Metode ini laba/rugi bersih disesuaikan dengan mengoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas, pengguhan (deferreal), atau aktrual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk di operasi masa lalu dan masa depan, dan unsur penghasilan atau beban berkaitan dengan arus kas investasi atau pendanaan.
  
   Bank dianjurkan untuk melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan mengunakan metode langsung. Metode ini menghasilkan informasi yang berguna dalam mengestimasi arus kas masa depan yang tidak dihasilkan dengan metode tidak langsung

 7. Penggolongan Arus Kas

Berikut beberapa contoh penggolongan arus kas dari kegiatan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan bank :

A. AKTIFITAS OPERASI 
 
   Arus kas masuk berasal dari aktivitas berikut ini :
1. Penerimaan pendapat bagi hasil, jual beli, sewa
2. Penerimaan pendapatan usaha lainnya
3. Penerimaan dari pembiayaan dan piutang yang dihapusbukukan
4. Penerimaan pendapataan/pembayaran beban non-usaha

Arus kas keluar berasal dari aktivitas berikut :
1. Pembayaraan beban karyawan
2. Pembayaran tansiem
3. Pembayaran beban usaha selain beban karyawan
4. Pembayaran pajak
5. Pembayaran zakat
6. Penyaluran dana kebajikan

B. AKTIFITAS INVESTASI
 
Arus kas masuk yang diterima misalnya hasil penjualan asset tetap, penjualan surat berharga. Arus kas keluar dari aktivitas ini misalnya pembelian surat berharga dan pembelian asset tetap.

C. AKTIFITAS PENDANAAN

 Sumber arus kas dari aktivitas pendanaan misalnya berasal dari setoran modal, pembiayaan yang diterima dan surat berharga subordinasi yang diterbitkan.

 8. Teknik Analisis Arus Kas


 A. Analisis Perbandingan dan Trend 
 
 Analisis horizontal pada laporan arus kas untuk mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi pada penerimaan, pengeluaran dan laba bersih bank apakah mengalami kenaikan atau penurunan dari suatu periode. Analisis ini menggunakan laporan keuangan arus kas bank untuk dua periode atau lebih.

         a. Analisis Trend Analisis laporan arus kas dengan menggunakan analisis trend pada data laporan arus kas diatas, tahun 2009 dijadikan sebagai tahun dasar (disajikan dengan angka (100%)

         b. Analisis Perbandingan (Comporatif) Analisis laporan kas dengan menggunakan analisis perbandingan (Comporatif) dari tahun 2009 ke tahun 2010 untuk mengetahui kenaikan atau penurunan yang disajikan dengan presentase.

B. Analisis Common Size

   Analisis common size menitikberatkan pada hubungan antara pos-pos laporan keuangan untuk suatu periode. Pada laporan arus kas, setiap pos disajikan dalam persentase atas dasar total arus kas masuk dan setara kas yang berasal dari sumber aktivitas operasi, investasi maupun pendanaan.

  9. Skematis Laporan Arus Kas

 Secara skematis, laporan perubahan laporan arus kas dapat dijabarkan sebagai berikut :

 Perubahan Aktiva Non-Kas Dalam perubahan non-kas dan perubahan hutang dan modal akan dibedakan yang mana yang merupakan sumber dan yang mana yang merupakan pengguna kas. Untuk membedakan sumber dan penggunaan kas ini dapat dijabarkan ringkasan sebagai berikut :

Sumber Kas

· Peningkatan dalam Hutang:
    Dianggap bahwa setiap peningkatan atau penambahan hutang atau dana, bank akan menrima uang kas sehingga sebagai sumber kas
· Penurunan dalam Aktiva Non-Kas:
    Setiap penurunan dalam aktiva non-tunai akan dianggap menimbulkan dana bagi bank, seperti penjualan aktiva, pencairan investasi, dan sebagainya. Dengan demikian penurunan ini dianggap sebagai sumber kas.
· Penurunan dalam Hutang:
    Setiap penurunan dalam hutang dianggap mempergunakan dana bank untuk memnuhi kewajiban tersebut. Dengan demikian penurunan dalm hutang dianggap sebagai penggunaan kas.
· Peningkatan dam Akativa Non-Kas
    Setiap peningkatan dalam aktiva non-kas dianggap memerlukan dana untuk mebiayainya. Dengan demikian peningkatan dalam aktiva non-kas dianggap sebagai pengguna dana
· Perubahan dalam komponen Modal
     Perubahan dalam komponen modal dibagi kedalam peningkatan dan penurunan. Peningkatan dalam komponen modal lazimnya diperoleh dari laba usaha.
· Depresiasi Aktiva Tetap
    Perubahan Hutang Dan Modal Perubahan Kas Semua depresiasi aktiva tetap akan meruupakan beban non-kas yang dikurangkan terhadap saldo laba

 10.  Penyusunan Aliran Uang dan Perhitungannya

  Dalam menyusun Cash Flow, ada beberapa prinsip yang harus diketahui terlebih dahulu yaitu: Cash Flowdisusun dengan basis tunai (Cash Basis). Hal ini berbeda dengan penyusunan Laporan Keuangan yang umumnya menggunakan Accrual Basis. Pada Cash Basis:

   1. Pendapatan diakui pada saat uang tunai diterima, bukan pada saat penjualan dilakukan.

   2. Biaya-biaya diakui pada saat uang tunai dikeluarkan, bukan pada saat biaya timbul.

Pada Accrual Basis, pendapatan dan biaya diakui pada saat kejadian, dan hal tersebut belum tentu sama dengan waktu terjadi perpindahan uang tunai.
Contoh:

              PT. WAHID menjual barang secara kredit selama  3 bulan. Pada Accrual Basis, penjualan dicatat pada saat barang dijual, sedangkan pada Cash Basis,penjualan baru dicatat setelah uang diterima beberapa waktu kemudian.

    Dalam menyusun Cash Flow kita tidak memperhitungkan biaya-biaya non kas (Non-cash Charges) seperti depresiasi dan amortisasi. Yang diperhatikan adalah transaksi tunai saja. Dengan demikian, akibat adanya beberapa perbedaan pencatatan, dalam bentuk jumlah Laba Bersih (Net Profit) yang ditunjukkan dalam Income Statementsama dengan jumlah uang tunai yang dimiliki perusahaan tersebut.

PT. WAHID memiliki sistem penjualan dan pembelian yang dilakukan secara tunai. Income Statementper akhir tahun adalah sebagai berikut:

Penjualan Bersih                      : Rp. 1.000
Harga Pokok Penjualan           : Rp.    800
                                            -------------------- -
Laba Kotor :                               Rp.    200


Biaya Operasional
 -Gaji/Bonus                   : Rp.  50
 - Lain-lain                     : Rp.  40  
 - Depresiasi                   : Rp.  20
                             ----------------------- +
                                                                             Rp. 110 (-)

Laba Bersih Operasional                                      Rp.  90
 Pajak Penghasilan 30 %                                      Rp. 30 (-)
Laba Bersih Setelah Pajak                                   Rp. 60

      Dalam perhitungan Cash Flow, kita tidak memperhitungkan biaya depresiasi sebagai biaya karena depresiasi merupakan biaya non-kas. Dengan demikian, dari perhitungan Rugi/Laba diatas, Cash Flowyang sebenarnya adalah sebagai berikut:

Laba Bersih                          : Rp. 60
Depresiasi                             : Rp. 40 (+)
Cash flow                             : Rp 100

     Cash Flow dapat disusun dengan periode (interval) per tahun, per bulan, bahkan per hari. Tentu saja semakin pendek interval yang dipakai, hasil penyusunan akan memiliki ketepatan yang lebih tinggi. Untuk Bank, umumnya kita menggunakan interval bulanan atau tahunan.

    Bentuk (format) cash flow sangat bervariasi. Tidak ada satu bentuk baku yang dipakai secara umum. Walaupun demikian, apapun bentuk yang dipakai, format Cash Flowterdiri dari komponen-komponen berikut:


1.      Saldo Awal Kas (Beginning Cash Balance)
Yaitu jumlah uang tunai (kas) yang dimiliki perusahaan di awal periode.
     
2.      Kas Masuk atau Penerimaan kas (Cash Inflow)
Yaitu aliran kas yang diterima oleh perusahaan selama waktu tertentu sesuai dengan interval perhitungan (sehari, sebulan, triwulan, dan seterusnya). Yang dimaksud dengan Cash Flow adalah uang tunai yang benar-benar diterima.

Beberapa contoh komponen yang termasuk dalam Cash Flow adalah:

· Piutang Dagang yang tertagih (Account Receivable Collected), yaitu Piutang Dagang yang dibayar oleh pelanggan sehubungan dengan penjualan kredit yang dilakukan oleh perusahaan.

· Pendapatan Bunga (Interest Income) atas simpanan yang ada di Bank, seperti jasa giro, bunga deposito, dan lain-lain. Pendapatan bunga mungkin juga diperoleh dari pelanggan perusahaan yang terlambat membayar piutang dagang yang telah jatuh tempo sehingga memberikan sejumlah kompensasi kepada perusahaan dalam bentuk bunga. Pendapatan jenis ini dapat ditemukan di pos Other Income (pendapatan lain-lain) di Income Statement.

· Restitusi PPN (Pajak Pertambahan Nilai) untuk para eksportir yang menggunaka n bahan baku dalam negeri, yang pada saat membeli bahan baku mereka telah membayar PPN.

· Pengembalian Kelebihan Pph (Pajak Penghasilan) yang telah dibayar

· Penerimaan Uang Tunai sehubungan dengan penjualan aktiva tetap yang dilakukan perusahaan.

· Injeksi Dana Segar dari pemegang saham. Misalnya adanya penambahan modal disetor, pemberian pinjaman oleh para pemegang saham, dan lain-lain.

3.      Total Kas yang Tersedia (Total Cash Available)
Yaitu penjumlahan antara saldo awal kas dengan penerimaan tunai periode yang bersangkutan. Saldo ini menunjukkan total uang tunai yang dimiliki perusahaan untuk periode tersebut. Kas yang tersedia inilah yang dipergunakan oleh perusahaan untuk membayar seluruh kewajiban tunainya.

4.      Kas Keluar atau Pengeluaran Kas (Cash Out Flow)
Yaitu aliran pembayaran kas (tunai) yang dilakukan perusahaan. Komponen ini adalah kebalikan dari Cash In Flow. Pada Cash In Flow perusahaan menerima uang tunai, maka pada Cash Out Flow perusahaan mengeluarkan uang tunai.

           Beberapa contoh komponen Cash Out Flowadalah:
· Pembayaran Utang Dagang (Account Payable Paid), Yaitu utang dagang yang jatuh tempo yang harus dibayar sehubungan dengan pembelian secara kredit oleh perusahaan.

· Biaya Margin (Margin Expense) akibat pemakaian dana pinjaman, seperti pinjaman bank, leasing, dan lain-lain.

· Upah Buruh (Labour Cost), misalnya untuk industri manufaktur.
· Biaya Operasional Tunai seperti biaya gaji dan bonus karyawan, biaya utilitas (listrik, air, telepon), biaya asuransi, biaya perjalanan, dan lain-lain.

· Utang Pph yang masih harus dibayar

· Biaya-biaya kredit seperti provisi kredit, biaya administrasi kredit, dan lain-lain.

· Pembelian Aktiva Tetap (Capital Expenditure) seperti pembelian mesin-mes in, peralatan, tanah, dan bangunan, dan lain-lain.

· Pembayaran Deviden Tunai (Cash Dividend)

· Pembayaran Angsuran Pokok Utang (Principle Repayment)


5.      Surplus/Defisit Kas Perusahaan (Net Cash Surplus/Defisit)
Yaitu selisih antara total kas yang tersedia dengan Cash Out Flow. Ada beberapa indikasi yang ditunjukkan oleh perusahaan yang memiliki kas surplus yang cukup besar terus menerus yaitu:

1. Kemampuan membayar angsuran pokok pinjaman (bila ada) masih cukup besar. Dalam kasus seperti ini, kita dapat mempertimbangkan kemungkinan pemberian pinjaman yang tidak terlalu lama.

3.      Jika perusahaan memiliki pinjaman jangka pendek, kas yang surplus menunjukka n bahwa pinjaman jangka pendek tersebut dapat dilunasi.

      Segalanya, bila kas adalah defisit, ada beberapa indikasi yang ditunjukkan:

1. Angsuran pokok pinjaman (bila ada) terlalu besar. Untuk menguji hal ini, kita dapat mencoba mengeluarkan angsuran pokok dari Cash Out Flow. Bila pengujian ini benar, kita harus memberi pinjaman yang lebih panjang yang angsuran pokoknya per periode lebih ringan.

2. Perusahaan membutuhkan tambahan pinjaman untuk menutup kekurangan kas tersebut. 3. Bila defisit hanya terjadi pada interval awal, berarti terdapat kebutuhan akan grace period untuk pinjaman jangka panjang yang diberikan. Perusahaan baru mulai dapat melakukan pembayaran angsuran pokok pinjaman bila saldo telah menunjukkan angka positif (surplus).


6.      Saldo Kas Minimum (Minimum Cash Balance)
Yaitu sejumlah uang tunai tertentu yang mengendap di perusahaan sepanjang waktu, misalnya untuk keperluan kas kecil. Untuk pedagang mobil bekas (used car), setiap saat harus memiliki sejumlah uang tunai agar dapat langsung melakukan pembelian bila ada mobil yang ingin dibeli.




7.      Kebutuhan Dana Tambahan (Additional Financial Needs)
Yaitu jumlah dana yang dibutuhkan untuk menutup defisit kas. Jumlah dana yang dibutuhkan ini tergantung pada besarnya saldo kas minimum dan kondisi kas perusahaa n (defisit / surplus).

1. Bila tidak ada saldo kas minimum yang ingin dipelihara oleh perusahaan, saldo defisit kas sama dengan jumlah kebutuhan dananya.

2. Bila ada saldo kas minimum yang harus di jaga, dan saldo kas adalah defisit, kebutuhan dana tambahan sebesar saldo kas minimum ditambah jumlah defisit kas.

3. Bila ada saldo kas minimum yang harus di jaga, dan saldo kas adalah surplus, tetapi lebih kecil daripada saldo kas minimum yang disyaratkan, kebutuhan dana tambahan adalah sebesar selisih antara saldo kas minimum dengan saldo surplus.

4. Bila ada saldo kas minimum yang harus di jaga, dan posisi kas adalah surplus, dimana nilai surplus di atas saldo kas minimum, maka tidak dibutuhkan dana tambahan.

8.      Saldo Kas Akhir (Ending Cash Balance)
Yaitu posisi kas di akhir periode (interval) setelah memperhitungkan kebutuhan dana tambahan.

   Keterbatasan
 Cash flow mempunyai beberapa keterbatasan-keterbatasan antara lain;
 a) Komposisi penerimaan dan pengeluaran yang dimasukan dalam cash flow hanya yang bersifat tunai.
b) Perusahaan hanya berpusat pada target yang mungkin kurang fleksibel
c) Apabila terdapat perubahan pada situasi internal maupun eksternal dari perusahaan yang dapat mempengaruhi estimasi arus kas masuk dan keluar yang seharusnya diperhatikan, maka akan terhambat karena manager hanya akan terfokus pada budget kas misalnya; kondisi ekonomi yang kurang stabil, terlambatnya customer dalam memenuhi kewajibanya.
   Manfaat
 Adapun kegunaan dalam menyusun estimasi cash flow dalam perusahaan sangat berguna bagi beberapa pihak terutama manajement. Diantaranya:
1) Memberikan seluruh rencana penerimaan kas yang berhubungan dengan rencana keuangan perusahaan dan transaksi yang menyebabkan perubahan kas.
2) Sebagian dasar untuk menaksir kebutuhan dana untuk masa yang akan datang dan memperkirakan jangka waktu pengembalian kredit.
3) Membantu menager untuk mengambil keputusan kebijakan financial.
4) Untuk kreditur dapat melihat kemampuan perusahaan untuk membayar kredit yang diberikan kepadanya .

Langkah-Langkah Penyusunan
 Ada empat langka dalam penyusunan cash flow, yaitu :
1. Menentukan minimum kas
2. Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran
3. Menyusun perkiraan kebutuhan dana dari hutang yang dibutuhkan untuk menutupi deficit kas dan membayar kembali pinjaman dari pihak ketiga.
4. Menyusun kembali keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya transaksi financial dan budget kas yang final.

    Metode Pelaporan Arus kas
Metode Langsung
     PSAK mensyaratkan pengungkapan kelompok utama penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto. Contoh arus kas bruto :
1. Tagihan kas dari pelanggan
2. Penerimaan bunga dan deviden
3. Pembayaran kas ke karyawan dan pemasok lain
4. Pembayaran bunga dan deviden
5. Penerimaan dan pembayaran kas operasi lain.
    Kelompok utama penerimaan dan pengeluaran kas bruto dapat diperoleh dari catatan akuntansi perusahaan atau dengan menyesuaikan pos-pos dalam laporan laba rugi komprehensif dari basis akrual menjadi basis kas. Misalnya :
Penjualan + saldo awal piutang dagang – saldo akhir piutang dagang = tagihan kas dari pelanggan
Beban operasi + saldo awal akrual
beban-saldo akhir
akrual beban + saldo akhir beban dibayar dimuka – saldo akhir beban dibayar dimuka – beban non kas lain (misalnya penyusutan)= pembayaran kas untuk beban operasi
Biaya penjualan + persediaan akhir – persediaan awal = pembelian Dan Pembelian + saldo awal utang dagang – saldo akhir utang dagang = pembayaran kas kepada pemasok barang
   Metode langsung pada hakikatnya adalah menguji kembali setiap item laporan laba rugi dengan tujuan untuk melaporkan seberapa besar kas yang diterima atau dibayarkan terkait dengan setiap komponen laga rugi tersebut. Contohnya,besar penjualan yang tersaji dalam laporan laba rugi akan diuji kembali dengan menggunakan laporan arus kas untuk mengetahui berapa besarnya uang kas yang telah diterima dari pelanggan sepanjang periode.
    Metode langsung lebih dianjurkan oleh PSAK karena lebih memfokuskan pada arus kas daripada laba bersih akrual oleh karena itu dianggap lebih informatif dan terperinci. Selanjutnya oleh IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) dalam PSAK No.2 menyatakan dengan metode langsung, informasi mengenai kelompok utama penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto dapat diperoleh dengan baik :
  - dari catatan akuntansi perusahaan
 - dengan menyesuaikan penjualan, beban pokok penjualan, dan pos-pos lain dalam laporan laba rugi untuk perubahan persediaan, piutang usaha dan hutang usaha dalam periode berjalan, pos bukan kas lainnya, dan pos lain yang berkaitan dengan arus kas investasi dan pendanaan.
   Metode Tidak Langsung
Dengan metode ini laba atau rugi bersih disesuaikan dengan mengoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas, akrual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi masa lalu dan masa depan dan unsur penghasilan atau beban yang berkaitan dengan arus kas investasi dan pendanaan. Metode tidak langsung ini merupakan rekonsiliasi laba bersih yang diperoleh perusahaan dengan melakukan penyesuaian sebagai berikut :
1. Pendapatan dan beban yang tidak melibatkan arus kas masuk dan kas keluar, contohnya adalalah amortitasi premium/diskonto investasi obligasi, beban penyisihan piutang ragu-ragu, beban penyusutan aktiva tetap, beban amortisasi aktiva tidak berwujud dan beban amortisasi premium/diskonto utang obligasi.
2. Keuntungan dan kerugian yang terkai dengan aktivitas investasi atau pembiayaan, contohnya adalah keuntungan dan kerugian penjualan aktiva tetap, keuntungan dan kerugian penjualan investasi dalam saham, dan keuntungan serta kerugian atas penebusan kembali utang obligasi.
3. Perubahan dalam aktiva lancar (selain kas) dan kewajiban lancar sebagai hasil dari transaksi pendapatan dan beban yang tidak mempengaruhi arus kas, contohnya adalah perubahan dalam saldo piutang usaha, persediaan barang dagang, biaya dibayar dimuka, utang usaha, utang gaji/upah, utang bunga dan utang pajak penghasilan